Selasa, 28 Juli 2009

diary

Juli yang cerah. Secerah harapanku bulan itu. Pagi-pagi sekali telah aku siapkan segalanya. Hari ini aku bersama sisterku akan pergi ke esema yang selama ini aku impikan. Aku akan mendaftarkan diriku menjadi new student di SMAN 2. Sungguh tak sedikitpun aku ingin memalingkan mataku saat pertama kumasuki gerbang esema itu. Namun kaki ini tak sabar untuk segera menempuh loket pendaftaran. Dengan penuh rasa PeDe aku menghampiri panitia pendaftaran. "Maaf mbak, fotocopy legalisir ijazahnya mana?" suara panitia memotong senyumku. "My God, aku gak bawa. Aku lupa. Ini smua gara gara aku terlalu semangat tadi.duh gimana nih???" kataku dalam hati. "Maaf bu gag ada........." jawabku pelan. "ya sudah besok saja sampean datang lagi. Jangan sampe lupa ya." jawab beliau lembut. Dengan kecewa aku kembali pulang.
Esoknya dengan wajah cerah dan berseri aku melintasi panjangnya jalan yang penuh debu. Ku intip tas kusamku yang penuh dengan kertas persyaratan pendaftaran. Sampailah aku pada gerbang pendaftaran. Kulngkahkan kaki pad loket pendaftaran. Senyum manis panitia pendaftaran serta merta sejukkan wajahku.
Sayap merpati terkibas dalam teriknya siang. Kubuka mataku dan kulihat setiap nama yang terpampang di depanku. Senyum yang telah lama kusiapkan terpaksa kusimpan rapat rapat. Sebab kulihat di sana nama indahku berada di urutan ke 220 dari 600 pendaftar. Padahal sekolah hanya butuh 212 siswa. Kecewa berbaur dalam sedihku. Terpaksa kuambil semua berkasku pendaftaranku. Perasaan malu tertancap di dalam sanubari jiwaku saat 'jepret'an kamera wartawan menangkap wajahku.
Segera aku masuk pada gerbang SMA 1 dan kudaftarkan diriku di sana. Kecewa sich sebenarnya. But mo gimana lagi?Hingga hari terakhir namaku masih stay di urutan agak atas. Bangga dech aku.
Namun tak kusangka dan tak kukira tepat pukul 11.45 kulihat pengumuman terakhir. And apa yang terjadi????aku ada di cadangan. Yach kali ini air mata tak bisa aku tahan lagi. Ingin rasanya aku teriak. Tapi sadarlah aku di sini banyak orang. Akhirnya papaku memutuskan agar aku daftar di SMAN 1 Wates. Tapi aku tak yakin aku bisa nempuh jarak 20 km dalam waktu kurang dari 15 menit. Cos jam 12 pendaftaran akan ditutup. Sambil menyusuri panjangnya jalan raya dengan sangat ngebut, bibirku terus berkomat kamit memanggil nama Tuhan.
Dengan kuasa Tuhan aku sampai di SMAN 1 Wates tepat pukul 12. Kulangkahkan kakiku secepat mungkin menuju loket pendaftaran. Alhamdulillah. Puji Tuhan dengan segala kekuasaannya. Aku berhasil. Aku diterima di SMAN 1 Wates. Thanks my God...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar