Minggu, 25 Desember 2016

Teruntuk seseorang yang "katanya" sedang mencintaiku

Kau harus tau, aku bukan orang baik.
Aku bukan orang yang selalu terlihat beribadah pada Tuhan.
Suaraku juga tak sering terdengar merdu mengumandangkan ayat-ayatNya.
Aku juga tak selalu mengingatkanmu pada Tuhanmu, bahkan tak jarang membuatmu malah melupakan Tuhanmu.
Seperti yang kau tau, kepalaku terlalu keras saat kau berusaha memberiku pengertian tentang Tuhan yang kau percaya, bukan?
Kau juga kukira sudah tahu, dunia gelap pernah kulalui.
Kau tentu juga sudah merasakan, betapa tajam lidahku, pun betapa menjijikkan sikapku terhadapmu.
Aku sama sekali bukan perempuan yang mungkin menurut kepercayaanmu "pantas" untuk mendampingimu. Aku sama sekali sadar akan hal itu. Sebelum menyesal, kau boleh pergi. Silakan...
Namun tak ada salahnya kau tahu (jika kau mau), sebelum kau membuat keputusan apapun tentang kita.
Aku adalah orang biasa, sangat biasa, dengan limpahan dosa, namun aku bukan  manusiamu yang tak bertuhan.
Aku masih orang biasa, tak pandai, cerdas, pun berpengalaman, yang masih selalu belajar.
Akulah orang biasa, terlalu biasa, yang karena dianggap sangat biasa oleh orang-orang, hingga aku terbiasa berlaku biasa.
Aku tetap orang biasa, benar-benar biasa, yang tanpa banyak orang tahu, telah berkali-kali terpintal, terjahit, dan tertempa. Tanpa banyak orang tahu, Sayang.
Jika kau hendak pergi, pergilah.
Jika kau memilih mempertahankan kakimu agar tetap di sini dan memelukku erat, suatu saat bertanyalah pada Tuhanku, seperti apa sosok yang sedang kau peluk erat ini. Hanya Ia satu-satunya yang mengenal dan mengetahui apapun tentangku.

Salam manis,
orang biasa yang penuh dosa